Kenapa Selisih Data Stok Selalu Terjadi?
Hampir setiap pemilik toko pernah mengalami ini: jumlah stok di sistem berbeda dengan yang ada di rak. Selisihnya bisa kecil — 2 atau 3 unit — tapi kalau dihitung dalam setahun, nominalnya bisa jutaan rupiah.
Masalahnya bukan sistem yang jelek. Masalahnya ada di proses dan kebiasaan manusia.
5 Penyebab Selisih Data Stok yang Paling Umum
1. Input Manual yang Salah Ketik
Staf memasukkan penerimaan barang 100 unit, tapi yang ditulis 10. Atau sebaliknya. Error sederhana ini sangat sering terjadi, terutama saat gudang ramai.
Solusi: Gunakan barcode scanner saat penerimaan barang. Stokla otomatis memperbarui stok saat item di-scan, tanpa ketik manual.
2. Barang Keluar Tidak Dicatat
Staf gudang mengeluarkan barang untuk keperluan darurat — display rusak, pelanggan komplain, atau atasan minta — tapi lupa menginputnya ke sistem.
Solusi: Terapkan sistem maker-checker: staf gudang hanya bisa input pengambilan, warehouse admin yang approve. Tanpa approval, stok tidak berubah.
3. Produk Rusak atau Kadaluarsa Tidak Dilaporkan
Barang rusak/expired disimpan di gudang tapi masih terhitung sebagai stok aktif. Secara fisik sudah tidak ada, tapi di sistem masih ada.
Solusi: Buat alur pelaporan produk rusak yang mudah. Di Stokla, staf bisa langsung input "barang rusak" dari HP, dan sistem langsung mengurangi stok serta membuat catatan alasan.
4. Pencurian atau Penyusutan Tersembunyi
Kalau selisihnya konsisten di kategori tertentu setiap bulan, bisa jadi ada kebocoran internal. Staf mungkin mengambil barang sedikit demi sedikit, sesuatu yang sulit terdeteksi kalau audit hanya dilakukan setahun sekali.
Solusi: Lakukan Blind Count secara rutin dan acak. Staf audit menghitung fisik tanpa tahu angka stok di sistem — hasil yang berbeda langsung terdeteksi.
5. Sistem Kasir Tidak Terintegrasi dengan Gudang
Barang terjual di kasir, tapi stok di gudang tidak otomatis berkurang. Ini terjadi kalau menggunakan dua sistem terpisah yang tidak terhubung.
Solusi: Gunakan sistem terpadu di mana setiap transaksi kasir langsung mengurangi stok gudang secara real-time.
Cara Mengatasi Selisih Stok Secara Permanen
Langkah 1: Audit Total Sekali (Reset Point)
Lakukan stok opname menyeluruh dulu untuk menyamakan data sistem dengan kondisi fisik. Ini "titik nol" yang valid.
Langkah 2: Terapkan Cycle Count Mingguan
Bagi kategori produk dan audit satu kategori setiap minggu. Dengan begitu, selisih terdeteksi cepat sebelum menumpuk.
Langkah 3: Gunakan Barcode di Semua Pergerakan Barang
Masuk gudang — scan. Keluar gudang — scan. Tidak ada pergerakan yang tidak tercatat.
Langkah 4: Aktifkan Notifikasi Stok Anomali
Stokla mengirim alert otomatis jika ada penurunan stok tidak wajar dalam satu hari. Owner langsung tahu tanpa harus cek manual.
Berapa Kerugian Akibat Selisih Stok?
Rata-rata toko dengan omzet Rp 50 juta/bulan bisa rugi Rp 1–3 juta/bulan akibat selisih stok yang tidak terdeteksi. Dalam setahun itu Rp 12–36 juta — cukup untuk beli motor baru.
Sistem audit yang baik bisa mengurangi selisih ini hingga 80–90% dalam 3 bulan pertama.
Mulai Audit Stok Sekarang
Baca juga: penyebab stok gudang selisih dan cara audit stok tanpa tutup gudang.
Coba Audit Stok Stokla gratis — deteksi selisih sebelum jadi kerugian besar.
